Kamis, 05 Juli 2012

BAK PENAMPUNGAN AIR


Hujan adalah sumber air minum di Desa Banglet,  Kab Bangli

 Walau daerahnya sejuk tapi  jarang hujan, dekat danau Batur Kintamani tapi tak kuasa memanfaatkan airnya. Itulah sekilas gambaran masyarakat Dusun Banglet, kayubihi kabupaten Bangli yang kini baru memiliki 5 buah Bak penampungan air ukuran jumbo untuk memenuhi keperluan sehari-hari bahkan persediaan air bersih selama setahun berkat program Pekan Bhakti TNI di wilayah Kodim 1626/Bangli yang dikombinasikan dengan Gerakkan Membangun Desa Sistim Gotong royong (Gerbangdessigot).
Dulu Keadaan masyarakat cukup memprihatinkan, untuk ambil air yang kurang bersih saja harus menempuh jarak yang cukup jauh dari tempat tinggal mereka. Selain itu, pilihan mereka hanyalah membeli air dari mobil tangki yang datang berkeliling sekedar memenuhi pesanan masyarakat.
…”Jika musim kering, penduduk harus berjalan hingga ke kota Bangli puluhan kilometer lebih mulai dari subuh dan kadangkala, belum pulang hingga siang hari,” ujar Kadus Suganda.“Saya harus membawa jerigen 20 liter ini. Kadang-kadang, inipun tidak cukup.” Oleh karena itu Keberadaan Bak Penampungan air hasil Program Bhakti TNI yang diselenggarakan kodim 1626/Bali Adalah tepat untuk membantu para keluarga dan anak-anak.
Peresmian penggunaan dan penyerahan Bak  Penampungan tersebut dilakukan oleh Asisten Teritorial Kasdam IX/Udayana dalam suatu acara adat bertempat di Dusun Banglet, Desa Kayubihi yang dihadiri segenap unsur Forum Koordinasi Pimpinan daerah Kab Bangli dan tripika setempat.
Dibangunnya Bak air (embung) adalah sebuah upaya gotong royong antara Masyarakat, TNI dan Pemda Bangli. Mulanya, kepada masyarakat Danramil kapten inf Mahendra memberikan pengetahuan tentang cara pembuatan bak yang dapat menampung air hujan yang jatuh dari atap rumah masing-masing. Kemudian masyarakat tersebut membagi pengetahuan mereka kepada masyarakat lain disekitarnya dan dari desa seberang dengan cara saling membantu membuat bak-bak penampungan air hujan. Dan akhirnya melalui program bhakti TNI muncul kesepakatan untuk membangun bak (embung) di desanya
Untuk membangun Satu bak penampungan air hujan ukuran jumbo tersebut prajurit Koramil 01/ Kodim 1626/Bangli dibantu masyarakat setempat bergotong royong selama 2 minggu. Setiap Bak (embung) menghabiskan sekitar 100 sak semen. Kini masyarakat Desa Kayubihi memiliki 5 buah penampungan air yang berasal bantuan Kodam IX/Udayana 2 buah dan CSR bangli 2 buah “ujar Danramil.

(Penrem 163/Wira Satya)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Korem 163/Wirasatya Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template